1. Aceh
Aceh ( /ˈɑːtʃeɪ/; [ʔaˈtɕɛh])
adalah sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak
di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di
Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh.
Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 4.500.000 jiwa. Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman.
Aceh berbatasan dengan Teluk
Benggala di sebelah
utara, Samudra
Hindia di sebelah
barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera
Utara di sebelah
tenggara dan selatan.
Aceh ( /ˈɑːtʃeɪ/; [ʔaˈtɕɛh])
adalah sebuah provinsi di Indonesia. Aceh terletak
di ujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di
Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh.
Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 4.500.000 jiwa. Letaknya dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman.
Aceh berbatasan dengan Teluk
Benggala di sebelah
utara, Samudra
Hindia di sebelah
barat, Selat Malaka di sebelah timur, dan Sumatera
Utara di sebelah
tenggara dan selatan.
Aceh dianggap sebagai
tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peran penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada
awal abad ke-17, Kesultanan
Aceh adalah negara
terkaya, terkuat, dan termakmur di kawasan Selat Malaka.
Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap
kendali orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia. Jika
dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya, Aceh adalah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama). Persentase penduduk Muslimnya adalah
yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam. Berbeda dengan kebanyakan provinsi
lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri karena alasan sejarah.
Aceh memiliki sumber daya
alam yang melimpah,
termasuk minyak bumi dan gas alam. Sejumlah analis
memperkirakan cadangan gas alam Aceh adalah yang terbesar di dunia. Aceh juga terkenal dengan hutannya
yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan dari Kutacane diAceh Tenggara sampai Ulu Masen di Aceh Jaya.
Sebuah taman nasional bernama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) didirikan di Aceh Tenggara.
Aceh adalah daratan yang paling dekat dengan episentrum gempa bumi Samudra Hindia 2004. Setelah
gempa, gelombang tsunami menerjang sebagian besar pesisir barat provinsi ini.
Sekitar 170.000 orang tewas atau hilang akibat bencana tersebut. Bencana ini juga mendorong terciptanya perjanjian
damai antara
pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Selanjutnya silahkan di klik link di bawah ini,,,,
http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh
2. sultan iskandar muda
Sultan
Iskandar Muda (Aceh, Banda Aceh, 1593 atau 1590 – Banda Aceh, Aceh, 27 September 1636) merupakan sultan yang
paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Aceh mencapai kejayaannya pada masa
kepemimpinan Iskandar Muda,dimana daerah
kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari
perdagangan dan pembelajaran tentang Islam.
Selanjutnya silahkan di klik link dibawah ini,,,,,
http://id.wikipedia.org/wiki/Iskandar_Muda_dari_Aceh
http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh
2. sultan iskandar muda
Ibunya, bernama Putri Raja Indra Bangsa, yang
juga dinamai Paduka Syah Alam,
adalah anak dari Sultan
Alauddin Riayat Syah, Sultan Aceh ke-10; dimana sultan ini adalah putra dari Sultan
Firman Syah, dan Sultan Firman Syah adalah anak atau cucu (menurut
Djajadiningrat) Sultan Inayat Syah, Raja Darul-Kamal.
Putri Raja Indra Bangsa menikah dengan upacara besar-besaran
dengan Sultan Mansur Syah, putra dari Sultan Abdul-Jalil, dimana Abdul-Jalil adalah putra dari Sultan Alauddin
Riayat Syah al-Kahhar, Sultan Aceh ke-3.
Pernikahan
Sri Sultan Iskandar Muda kemudian menikah dengan seorang Putri
dari Kesultanan Pahang. Putri ini dikenal dengan
nama Putroe Phang.
Konon, karena terlalu cintanya sang Sultan dengan istrinya, Sultan
memerintahkan pembangunan Gunongan di tengah Medan Khayali (Taman Istana)
sebagai tanda cintanya. Kabarnya, sang puteri selalu sedih karena memendam
rindu yang amat sangat terhadap kampung halamannya yang berbukit-bukit. Oleh
karena itu Sultan membangun Gunongan untuk mengubati rindu sang puteri.
Hingga saat ini Gunongan masih dapat disaksikan dan dikunjungi.
Selanjutnya silahkan di klik link dibawah ini,,,,,
http://id.wikipedia.org/wiki/Iskandar_Muda_dari_Aceh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar